Senin, 24 Agustus 2015

10 Fenomena Unik Ini Hanya Ada di Indonesia

Indonesia merupakan negara yang unik. Wilayahnya terdiri dari kepulauan, mulai dari berbagai macam suku, bahasa, serta adat istiadat. Tak heran jika negeri kita ini lantas sanggup menarik minat wisatawan asing, yang ingin melihat secara langsung betapa kayanya budaya yang ada di nusantara.
Keunikan Indonesia tersebut lantas memancing munculnya berbagai momen tertentu, yang mungkin tidak bisa ditemukan di negara lain. Sebagian besar di antara kamu, mungkin belum pernah mendengarnya sama sekali sebelumnya tentang fenomena unik di Indonesia.
Api abadi jadi salah satu contohnya. Ternyata tidak hanya terdapat di Gunung Olympus yang ada di Yunani. Kita juga bisa menemui fenomena serupa di Indonesia, tepatnya di Madura. Sumber api yang tidak pernah bisa padam ini terdapat di Desa Larangan Tokol, yang ada di Kecamatan Tlanakan, Pamekasan.
Penasaran? Inilah 10 peristiwa dan fenomena unik yang hanya terdapat di Indonesia.

Jumat, 24 Juli 2015

Sejenak nostalgia yang baru lewat, 10 Meme jajanan Lebaran

Lebaran memang sudah selesai dari beberapa hari lalu. Namun suasananya masih terasa hingga sekarang apalagi jika kamu melihat jajanan lebaran yang masih tergeletak rapi di meja ruang tamu. Mau tak mau tentunya akan kamu habiskan sendiri dong ya?

Nah sembari menemani kamu menghabiskan jajanan lebaran, lebih baik tonton 10 meme di bawah ini yang sudah dikumpulkan brilio.net dari berbagai sumber, Jum'at (24/7). Dijamin bakal bikin kamu kesengsem dan tertawa ngakak. Awas keselek nastar lho.

1. Hayo siapa yang begini?

Rabu, 08 Juli 2015

Misteri Batu Bleneng yang Berdiri di Tol Cipali


Tol Cipali sudah resmi dibuka. Uji coba dilakukan sejak awal bulan Juni ini. Tol yang sudah diresmikan Presiden Jokowi ini sudah resmi dioperasikan sejak Jumat (26/6/2015).

Namun ada sesuatu yang lain yang menjadi misteri dari Tol Cipali ini. Tak lain, cerita legenda soal Batu Bleneng di Km 180. Batu misterius berukuran besar ini tampak mencolok bila Anda melintas di Cipali.

“Batu itu besar sekali, dan kelihatan banget,” jelas seorang pengguna Tol Cipali

Digambarkan , di lokasi itu terlihat

Rabu, 01 Juli 2015

Indonesia Pengguna C-130 B Hercules Pertama Di Luar Angkatan Udara AS


Proto type peawat YC-130 lahir pada tanggal 23 Agustus 1954, penerbangan YC-130 sukses dipiloti oleh test pilot Lockheed Stan Beltz dan co-pilot Roy Wimmer yang berhasil dengan sangat memuaskan. Kemudian YC-130 dikembangkan pertama kali menjadi Hercules versi C-130 A, dan seterusnya menjadi tipe B, E, H dan J. Selain itu juga berkembang menjadi beberapa varian sesuai dengan tuntutan penggunaan dan tuntutan lingkungan operasi.

Sepak terjang dan kemampuan Hercules bergema di mana-mana, oleh karena itu

Selasa, 30 Juni 2015

Misteri Pedang Sayyidina Ali ra dari Tanah Pasundan?

Pada acara tahunan dalam Prosesi Upacara Adat Nyangku masyarakat Panjalu, Ciamis, ada upacara yang paling ditunggu-tunggu yaitu pencucian pedang yang dipercaya merupakan warisan dari Sayyidina Ali r.a.

Menurut babad Panjalu, pedang tersebut diberikan langsung oleh Sayyidina Ali kepada Raja Panjalu yang bernama Prabu Borosngora.


Quote:
Bukti bahwa pedang ini berasal dari Sayiddina Ali r.a, dibilahnya tertulis 3 kalimat bahasa arab yang berbunyi :

Penjelasan Ilmiah, Rautan Pensil Tumpul Jika Ditiup


Zaman dahulu, anak SD sering saling meminjam alat tulis terutama kepada seorang gadis. Rautan pensil salah satunya, barang ini sangat dibutuhkan buat mereka yang setia menggunakan pensil, entah untuk menulis atau menggambar. Biasanya, si gadis akan memperbolehkan barang pribadi miliknya dipinjam tapi si gadis akan memperingatkan untuk nggak meniup rautan setelah selesai memakainya.


Kalau waktu masih kecil, tentu kita bisa dengan mudahnya percaya dan selalu berusaha untuk nggak meniupnya ketika membersihkan hasil rautan. Ya nggak?

Akan tetapi, sebenarnya adakah yang bisa menjelaskan kenapa rautan pensil bisa tumpul apabila ditiup? Dan apakah benar ya sebuah rautan pensil itu akan menjadi tumpul kalau kita tiup? Kalau memang benar, mengapa demikian?

Minggu, 28 Juni 2015

Siti Nurbaya dari Tanah Sunda



Ilustrasi (Inet)Roman Siti Nurbaya dari Ranah Minang merupakan sebuah kisah yang begitu melegenda hingga saat ini. Bahkan menjadi ungkapan pembelaan saat anak menolak dijodohkan oleh orang tuanya. “kita bukan siti nurbaya”, sering kali kalimat ini menjadi andalan baik dalam kondisi serius maupun saat saling bercandaan.Siti Nurbaya, kisahnya yang rela bunuh diri saat dipaksa menikah dengan lelaki yang tidak dia suka demi melepaskan lilitan hutang orang tuanya. Entah semua ini benar adanya atau sekadar roman saja, saya pun tak tahu pasti. Satu hal yang saya tahu bahwa, jika semua ini benar maka semoga tak terulang lagi. Kini di Muara laut Padang Sumatera Barat dibangunlah sebuah jembatan dengan nama Siti Nurbaya. Mungkin saja untuk mengenang semua legenda tentang Siti Nurbaya.
“Kawin Paksa”, merupakan ciri khas dari cerita Siti Nurbaya, maka saat ini, itu jua lah yang akan saya sampaikan di sini. Tepat tanggal Dua Belas Juni Dua Ribu Lima Belas (12-06-2015), saya telah kehilangan satu murid lagi. Siswi kelas IX MTs Satap di daerah penempatan saya selama satu tahun ke depan (saya ditempatkan sebagai guru relawan Sekolah Guru Indonesia di MI Nurul Hikmah Cihanjuang, sekalian mengajar di MTs). Dia terpaksa putus sekolah di saat perjuangannya hanya tinggal satu tahun lagi untuk menamatkan MTs nya. Perjuangannya terhenti karena diharuskan menikah oleh orang tuanya, dengan ancaman akan diusir jika tidak menerima. Apalah daya seorang anak perempuan 14 tahun, ketakutan akan di usir mengharuskan dia pasrah saja pada keputusan ayahnya.
Sangat disayangkan, saat kawin paksa itu masih berlaku di abad modern ini. Masih ada orang tua yang hanya memaksakan kehendak kepada anaknya. Lupakah mereka untuk sedikit berpikir apakah tindakan yang mereka lakukan dapat menghancurkan masa depan anaknya? Pikirku kawin paksa itu hanya ada di kampungku di Ranah Minang, ternyata kini semuanya sampai ke tanah pengabdianku di Ujung Kulon yang mayoritas suku Sunda.
Sampai di sini aku begitu kaget dengan kenyataan yang ada, nikah dan cerai bagai permainan. Nikah di bawah umur pun hal yang biasa saja. Bukan hal aneh jika tiap anak yang di punya memiliki ayah yang berbeda, Bahkan di sini ada yang sudah ganti suami hingga empat puluh kali. Naudzubillah
Pedihnya hati seorang guru saat melihat siswa yang semangat belajar, malah meninggalkan bangku sekolahan. Pernah kepala sekolah menyuruhku memberikan pertimbangan kepada orang tuanya agar pernikahan anaknya ditunda hingga tahun depan. Tetapi sungguh diriku tiada berani, karena saat diminta pertimbangan kepada guru-guru yang lain, mereka malah melarang dan mengingatkanku agar lebih sayang dengan nyawa. Meskipun tak terlalu percaya dengan mistis namun ada juga rasa gentar di hati.
Kini tak ada lagi yang dapat kuungkapkan, semuanya telah terjadi. Ibarat nasi yang telah jadi bubur, tidak mungkin akan kembali menjadi beras, tinggal ditambah saja bumbunya agar menjadi bubur yang enak. Siswaku sudah benar-benar hilang, dia bukan lagi siswaku yang manis di kelas, tapi dia telah menjadi ibu rumah tangga, bahkan telah lebih dulu dariku, gurunya.
Semua yang telah terjadi bukan untuk disesali, tapi untuk diambil ibrohnya agar tak terulang lagi di kemudian hari. Mungkin saya telah kehilangan satu siswa tapi saya masih punya banyak siswa yang perlu dijaga. Setiap hari saya selalu berharap semoga semua siswa yang tersisa dapat menggapai semua asa dan impiannya.
Saya di sini hanya pendatang, tapi sangat tak ingin jika tak ada sedikit pun perubahan yang dapat saya lakukan hingga pulang. Memang mengubah masyarakat luas itu suatu keniscayaan tapi keinginan, usaha dan doa yang tulus ikhlas adalah semangat untuk terus bertahan.
Setiap kali ada yang membahas tentang siswaku yang putus sekolah itu, saya terus mencoba menyisipkan keengganan tentang kawin paksa. Meskipun semuanya diungkapkan tanpa blak-blakan. Saya hanya mencoba menyadarkan siswa dan para orang tua tentang pendidikan. Saya memang bukan pakar, tapi saya hanya ingin saling belajar dengan masyarakat di mana pun berada.
Syukurnya, saat ini pernikahan siswaku mampu membuka mata banyak orang tua. Walaupun tak bisa dipastikan sampai kapan semua ini akan bisa bertahan. Di sisa-sisa pengabdianku di sini begitu banyak PR yang mesti diselesaikan. Berhasil, bukan tujuan utamaku tapi mencoba adalah kewajibanku, dengan harapan setiap kali mencoba semoga ada yang berhasil.
Kadang aku ingin berteriak sekencang-kencangnya di tempat yang paling tinggi. Agar seluruh negeri bisa mendengar dan menyadari kenyataan yang terjadi hari ini” Wahai para orang tua yang terjerat keegoisan, bangunlah, lihatlah mata anak-anakmu, relakah engkau saat impian yang terpancar dari binar matanya hilang terhanyut oleh air mata pasrah karena ingin menuruti kehendakmu? Bahagiakah engkau saat masa depan anakmu terkubur dalam siksa yang engkau ciptakan. Sadarkah engkau bahwa sesungguhnya engkau pun benci dengan paksaan? Semoga perlahan-lahan kau kan tanggalkan pakaian kepongahan sebagai orang tua yang terlupa hakikat menjaga anak sebagai amanah yang kuasa.
Untuk para orang tua yang luar biasa, terima kasih telah menjaga dan mendidik kami menjadi insan yang berguna. Kami tak bisa memberikan harga untuk semua jasamu, bukan karena semuanya tak bernilai tapi karena sangat tak ternilai.


Kamis, 25 Juni 2015

Misteri Yang Tersembunyi di Ibu Kota Jakarta

Tahukah Anda jika kota Jakarta itu dibangun para Freemason di Indonesia? Sejak pembangunan Stadhuis, kini dikenal sebagai Gedung Museum Sejarah Jakarta atau Museum Fatahillah (kordinat: 6°8’7.2377”S 106°48’48.164”E) di tahun 1707 hingga sekarang, para Freemasonry ini terus membangun Jakarta dan menyisipkan aneka simbol ‘pagan’nya ke ibukota tercinta ini.


Gedung Gubernur Jenderal Batavia Jakarta ini dulu bernama Stadhuis of Batavia, yang kini dikenal sebagai Gedung Museum Sejarah Jakarta atau Museum Fatahillah, di bangun pada tahun 1707.

Tahukah Anda jika luas keseluruhan Museum Fatahillah adalah 13.000 meter persegi? Tahukah Anda jika gerbang utama Museum Fatahillah terdiri dari 13 buah batu berbentuk Arch? Tahukah Anda jika batu istana DAM di depan Museum Fatahillah tersusun atas 13 baris? Tahukah Anda jika struktur

Sumur Ikan yang Dikeramatkan Nelayan Takabonerate Sulawesi


Sumur ikan adalah keunikan di Takabonerate, Sulawesi Selatan. Ini bukanlah sumur sungguhan, melainkan beragam ikan yang berkumpul menjadi bundaran dan memanjang sampai puluhan meter ke dasar laut. Ada kisah mistisnya lho!

Sumur ikan merupakan suatu kumpulan beragam jenis ikan laut yang beraneka ragam jenis dan bentuknya. Mereka membentuk bundaran dan memanjang ke bawah seperti suatu sumur.

Sebagian warga meyakini sumur ikan sebagai lokasi keramat dan sakral.

Berbekal dari keyakinan itu, sampai

Rabu, 24 Juni 2015

Indonesia Jadi Negara dengan Pernikahan Paling Repot di Dunia


Upacara adat dan ritual akad nikah budaya Indonesia yang memiliki tahapan terkadang acap kali membuat calon pengantin dan keluarga besar sibuk sekaligus repot dalam proses persiapan. Ternyata, hiruk pikuk khas Tanah Air itu diakui oleh sebuah wedding organizer internasional, One Heart Wedding, sebagai sebuah tantangan tersendiri.

Mirisnya pendidikan di perbatasan, ruang kelas rusak & bukunya lawas

Di beberapa desa yang terletak di kepulauan Talaud kebanyakan masih menggunakan buku-buku kurikulum lama.
 Tahun 2015 ini sepertinya dunia pendidikan Indonesia sedang gencar-gencarnya berbenah. Mulai dari urusan Kurikulum 2013 yang kabarnya akan kembali diganti dengan Kurikulim 2006. Sampai percobaan sistem ujian nasional secara online di beberapa daerah. Terlepas dari berbagai pembenahan yang terjadi, lalu apa kabar adik-adik kita yang berada di daerah terpencil daerah perbatasan?

Selasa, 23 Juni 2015

Keseharian khas anak Indonesia ini bikin kamu kangen masa kecil


Masa kecil selalu menjadi masa yang pantas dikenang, terlebih jika kamu melakukan segala aktivitas khas anak Indonesia.
Masa kecil adalah masa yang paling indah, nggak ada beban hidup. Nggak ada tanggung jawab untuk ini dan itu selain patuh sama orang tua. Di masa kecil kita bisa bermain sesuka hati bahkan kadang sampai lupa waktu. Nah, brilio.net merangkum beberapa kegiatan yang bisa membuatmu bernostalgia dengan masa kecil dulu.

1. Bermain bola bareng teman

8 Hal yang ngangenin banget dari ngisi biodata di diary zaman SD


Buku yang satu ini bahkan kepopulerannya ngalahin buku pelajaran.
Brilio.net - Anak generasi 90an memang tidak ada matinya. Banyak kenangan yang sangat susah untuk dilupakan dari ingatan. Salah satunya adalah buku diary zaman SD. Buku yang satu ini kepopulerannya ngalahin buku pelajaran.

Hal yang menarik dari buku ini adalah isian biodata. Biasanya kita sering meminta biodata teman-teman yang lain, kemudian dikumpulkan dalam diary kita. Wajar saja, kita juga dulu sering saling tukar kertas binder.

Berikut adalah isi biodata di buku diary zaman dahulu yang bikin kamu nostalgia, dihimpun brilio.net dari berbagai sumber, Rabu (24/6):

21 Stiker lucu di sepatbor motor, awas nabrak!

Stiker ini bikin senyum bahkan ketawa.
Di jalan raya, sering sekali terjadi hal-hal yang tak diinginkan, kecerobohan pengendara lain, yang bahkan berpotensi membahayakan. Rasanya tidak mungkin pula pengendara akan menegur pengendara lain dengan ucapan, karenanya stiker menjadi media yang tepat untuk hal tersebut. 
Namun ternyata tidak hanya tulisan yang menghimbau kehati-hatian di jalan, tapi banyak juga stiker yang justru menuliskan kata-kata humor, dan tak jarang pula menyindir pengendara lain. Dari berbagai sumber yang brilio.net rangkum, pada Rabu (24/6), berikut ini tulisan-tulisan lucu yang mungkin saja ditemui di sepatbor motor:  

Minggu, 21 Juni 2015

Kalau kamu senyum-senyum lihat 25 Gambar ini, masa kecilmu bahagia!

Ya, generasi yang lahir antara akhir 1970-an hingga akhir 1980-an mempunyai memori masa kecil yang menggembirakan.
Coba ingat-ingat, kamu pasti pernah punya pengalaman masa kecil yang terangkum dalam gambar-gambar ini. Ya betul, generasi yang lahir antara akhir 1970-an hingga akhir 1980-an memang mempunyai memori masa kecil yang menggembirakan.
Pada saat itu gadget belum menjamah banyak anak seperti sekarang. Permainan dalam bentuk sosialisasi dengan kawan juga lebih banyak dibanding bermain dengan mesin yang mengutamakan invidualisme seperti sekarang. Lihat 25 gambar ini.

Selasa, 16 Juni 2015

Akuilah Kalau Sepakbola Indonesia Memang Kelas Gurem!


Akuilah Kalau Sepakbola Indonesia Memang Kelas Gurem!

Mari bersikap fair: pembekuan kegiatan PSSI, yang berdampak pada sanksi FIFA, tentu punya dampak kepada penampilan timnas yang berlaga di Sea Games 2015. Masalahnya: seberapa besar dampaknya dan benarkah itu biang keladi kegagalan Evan Dimas, dkk., sampai harus menelan 10 gol di babak semifinal dan perebutan medali perunggu?
Sejak meraih emas di Sea Games 1991, sudah 12 ajang Sea Games diikuti timnas Indonesia. Dan sepanjang 12 kali itu pula emas tak pernah mampir ke Indonesia. Saat itu, dalam 12 kali Sea Games itu, aktivitas PSSI berjalan normal. Artinya: tidak dibekukan oleh pemerintah, tidak juga disanksi oleh FIFA. Hasilnya sama persis seperti ketika PSSI dibekukan oleh pemerintah dan di-sanksi oleh FIFA: sama-sama gagal mempersembahkan emas.

Senin, 15 Juni 2015

Misteri Dibalik Kota Naga di Aceh

Ada sebuah kota yang harus Anda kunjungi ketika berkunjungi ketika berkunjung ke Provinsi Aceh, yaitu kota Tapaktuan. Kota yang terletak di pesisir selatan pantai Aceh ini menyimpan sebuah legenda naga yang menarik dan wisata bahari yang belum banyak diketahui.


Anak SD Di Suku Ini Pakai Hitam Putih Bukan Merah Putih


Ciri khas suku Kajang Ammatoa jarang ditemui di era modern ini. Mereka menutup diri dengan peradaban modern. Tidak ada mobil, benda elektronik, alat komunikasi, listrik dan bahkan tidak ada alas kaki. Mereka hidup selaras dengan alam.

Suku Kajang merupakan salah satu suku yang tinggal di Bulukumba, Sulawesi Selatan. Masyarakat adat Kajang terbagi atas Kajang Dalam dan Kajang Luar. Masyarakat Adat Kajang Dalam tersebar di beberapa desa, antara lain Desa Tana Toa, Bonto Baji, Malleleng, Pattiroang, Batu Nilamung dan sebagian wilayah Desa Tambangan. Sedangkan Kajang Luar tersebar di hampir seluruh Kecamatan Kajang dan beberapa desa di wilayah Kecamatan Bulukumba, di antaranya desa Lohe, desa Bonto Minasa, desa Tibona dan desa Batu Jojolo.

Mitos Warga Di Desa Ini Takut Melewati Perempatan!


Selain mitos jika Lurah tak amanah akan meninggal, Desa Palbapang, Kecamatan Bantul Kabupaten Bantu,l DIY juga menyimpan mitos lainnya. Mitos tersebut ada di perempatan jalan Palbapang yang merupakan salah satu penghubung antara Kabupaten Bantul dengan kabupaten Kulonprogo.


Mitos yang ada turun menurun menyebutkan bahwa jika ada pengantin yang melewati perempatan tersebut, maka harus melepaskan ayam jago. Selain itu, jika ada warga desa yang sakit, maka harus menghindari perempatan tersebut saat dibawa ke rumah sakit. Alasannya, melewati perempatan tersebut sama saja dengan menyetorkan nyawanya untuk mati.

Senin, 08 Juni 2015

Inilah Sejara Pos Ronda / Kamling


Mungkin setiap orang di Indonesia tahu tentang pos ronda, karena di setiap kampung di Indonesia terdapat pos ronda. Namun siapa yang tahu sejarah pos ronda, mungkin tidak semua orang tahu.

Sejarah pos ronda berawal dari pos-pos penjaga di jaman kolonial. Ketika itu pos jaga berfungsi sebagai perpanjangan dari menara-menara dari kekuasaan kolonial untuk mengekang gerak pribumi. Fungsinya lebih mirip pos pengawasan terhadap pribumi yang melewati daerah tertentu. Hal serupa juga terjadi ketika Jepang berkuasa di Indonesia.